Goa Kiskendo – Lokasi, Rute, Pesona, Sejarah dan Harga Tiket Masuk

Goa Kiskendo – Goa merupakan salah satu objek wisata yang tidak pernah sepi dikunjungi oleh wisatawan. Salah satu daerah yang memiliki banyak wisata goa adalah Yogyakarta. Tak akan ada habisnya jika kita menelisik pesona wisata alam yang ada daerah istimewa ini. Salah satu goa bersejarah di Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan adalah Goa Kiskendo. Goa ini memiliki sejarah dan legenda yang dipercayai oleh warga sekitar sehingga Goa ini menjadi tempat yang dikeramatkan.

Lokasi dan Rute Goa Kiskendo

Goa Kiskendo merupakan salah satu wisata alam bersejarah yang terletak di dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah  Istimewa Yogyakarta. Untuk mencapai kawasan Goa Kiskendo membutuhkan waktu tempuh selama dua jam perjalanan dari pusat kota Yogyakarta. Mendekati area Goa Kiskendo, akses jalan menyempit dan berkelok namun sudah beraspal. Berada di kawasan perbukitan menoreh tepatnya di sisi utara Kulon Progo yang memiliki ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut, goa ini memiliki pesona panorama bawah tanah yang sangat memikat.

Pesona Goa Kiskendo

Pesona Goa Kiskendo
by instagram @discover.jogja

Begitu anda tiba di tempat ini anda akan disambut oleh peta rute perjalanan di dalam goa dan relief buatan tangan manusia yang menceritakan sejarah Goa Kiskendo Kulon Progo yang terdapat di samping pintu masuk. Memasuki Goa, anda akan disambut hamparan stalaktit dan Stalakmit yang indah namun memberikan unsur misteri Goa Kiskendo Jogja yang melekat di benak pengunjungnya. Semakin dalam memasuki goa, jalan akan semakin bercabang, namun jangan takut karena rute utama dari goa ini telah diberi penerangan dan jalan yang telah disemen. Jika anda tertarik untuk menyusuri sisi lain goa, anda dapat menyusuri goa dengan rute panjang sekitar 1,5 km yang tidak diberi penerangan dan tidak disemen. Namun tidak semua orang boleh menyusuri rute tersebut, hanya orang-orang dengan peralatan lengkap dan ijin tertentu saja yang boleh menyusuri rute tersebut.

JELAJAHI JUGA :  Rekomended 13 Tempat Wisata Malam Jogja 24 Jam Anti Mainstream

Di dalam komplek Goa Kiskendo ini terdapat sembilan area pertapaan yaitu pertapaan tledek, padasan, kusuman, semelong, santri tani, selumbung, lumbung kampek, sekandang, dan seterbang. Kemudian di area tengah goa terdapat gentong berisi air di dekat sebuah ruangan yang menyerupai aula kecil. Gentong tersebut berisi air yang berasal dari air tetesan stalagtit yang dapat diminum oleh pengunjung untuk menghilangkan dahaga setelah lelah berjalan menyusuri goa. Di area luar goa juga disediakan joglo untuk beristirahat sejenak, bumi perkemahan, area bermain, serta gardu pandang. Selain itu jika anda lapar, anda dapat menikmati makanan khas Kulon Progo diantaranya tempe benguk, geblek, dan dawet sambel.

Sejarah dan Legenda Goa Kiskendo

Sejarah dan Legenda Goa Kiskendo
by instagram @apippho

Terdapat banyak versi cerita legenda Goa Kiskendo Yogyakarta di masyarakat. Salah satunya adalah bahwa goa ini pada zaman dahulu kala adalah merupakan sebuah kerajaan. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Mahesasuro dan Lembusuro. Keduanya menurut legenda adalah manusia yang berkepala kerbau dan sapi. Kisahnya berawal dari keinginan Mahesasuro untuk melamar Dewi Tara, namun ditolak oleh Bathara Indra, ayah dari Dewi Tara. Hal tersebut membuat Mahesasuro murka sehingga Mahesasuro dan adiknya Lembusuro merusak Negeri Kahyangan, dan membawa Dewi Tara turun ke bumi. Tidak ada yang dapat menandingi kekuatan Mahesasuro dan Lembusuro. Hal itu membuat para dewa memutuskan untuk menggunakan kesaktian kedewataan yang bernama Aji Pancasona. Namun, kesaktian itu hanya dapat digunakan oleh orang yang berhati suci, luhur, dan mampu mengendalikan nafsu. Para dewa sepakat untuk memberikan Aji Pancasona kepada Subali, seorang pertapa yang sedang bertapa di Suryapringga yang merupakan anak dari Resi Gotama dengan syarat aji pancasona tersebut harus digunakan untuk perdamaian. Subali pun berjanji untuk menggunakannya sesuai permintaan para dewa. Subali menerima permintaan para dewa dan mengajak sang adik Sugriwa untuk menyelamatkan Dewi Tara. Singkat cerita mereka berhasil menyelamatkan Dewi Tara, Subali meminta sugriwa untuk menunggu di depan pintu goa. Subali berpesan bahwa jika dari dalam goa yang mengalir adalah darah warna merah maka itu adalah darah Mahesasuro dan Lembusuro yang mati dihabisi Subali, namun jika mengalir darah warna putih maka itu adalah Subali yang mati sehingga Sugriwo harus menutup pintu goa agar Mahesasuro dan Lembusuro tidak dapat keluar dari Goa.

JELAJAHI JUGA :  15 Destinasi Tempat Wisata Alam Jogja dan Sekitarnya yang Lagi Hits

Setelah berlangsung pertarungan, kedua musuh Subali mati sehingga darah dan otaknya bercampur dan mengalir keluar goa. Karena darah yang mengalir adalah warna merah dan putih sehingga Sugriwa mengira itu adalah darah subali dan salah satu musuhnya, sehingga ia langsung menutup pintu goa dan membawa Dewi Tara kembali ke Negeri Kahyangan. Sugriwa pun mendapat hadiah untuk menikah dengan Dewi Tara. Akan tetapi ketika  pernikahan berlangsung datanglah Subali. Ia murka karena merasa telah dikhianati oleh adiknya sendiri. Sehingga ia melanggar janjinya kepada para dewa, yakni menggunakan kekuatan Aji Pancasona bukan untuk kebajikan melainkan untuk menyerang Sugriwo. Akhirnya pertarungan tersebut dihentikan oleh sang ayah Resi Gotama yang marah setelah mendengar bahwa Subali mengaku berdarah putih, karena di dunia ini tidak ada manusia yang berdarah putih. Karena kesombongan Subali itu, Resi Gotama mengutuk Subali akan mati dibunuh oleh ksatria titisan dari batara wisnu yang bernama Prabu Rama Wijaya. Kutukan itu terbukti kelak dengan matinya Subali terkena panah sakti Prabu Rama Wijaya.

Sedangkan cerita rakyat Goa Kiskendo yang lain adalah bahwa menurut sejarah Indonesia, Goa Kiskendo merupakan salah satu goa yang dijadikan  tempat persembunyian oleh Pangeran Diponegoro saat perang gerilya melawan pasukan Belanda. Setelah Tegalrejo dikuasai belanda Pangeran Diponegoro melakukan gerilya dari Tegalrejo ke desa Dekso kabupaten Kulon Progo. Di kabupaten Kulon Progo Pangeran Diponegoro bermarkas di Goa Kiskendo karena goa ini sangat strategis sebagai markas gerilya.  Pada tahun 1830 Goa Kiskendo ditinggalkan oleh Pangeran Diponegoro dan digunakan oleh salah satu pengikut Pangeran Diponegoro untuk menglabuhi pasukan belanda.

Harga Tiket Masuk Goa Kiskendo

Tiket masuk Goa Kiskendo cukup terjangkau, hanya dengan retribusi 3000 rupiah saja anda dapat menikmati pesona Goa Kiskendo ini. Kawasan ini buka mulai pukul 08.00 samapi dengan pukul 17.00

JELAJAHI JUGA :  10 Tempat Wisata Kota Jogja yang Paling Terpopuler dan Hits Tahun 2017

Tips Berkunjung ke Goa Kiskendo

Tips Berkunjung ke Goa Kiskendo
by instagram @afdhanifedh_

Ada beberapa tips yang dapat kami berikan bagi anda yang ingin mengunjungi Goa Kiskendo.

  • Sebaiknya anda tidak mengunjungi Goa Kiskendo ini pada hari libur atau akhir pekan. Karena dapat dipastikan goa ini akan ramai didatangi pengunjung sehingga anda akan kurang leluasa menikmati pesona keindahan goa ini.
  • Periksa kendaraan yang akan anda pakai untuk mengunjungi Goa Kiskendo dan pastikan kendaraan anda dalam kondisi yang cukup baik. Karena rute menuju Goa ini sempit, berkelok kelok dan memiliki tanjakan curam.
  • Karena kawasan wisata Kulon Progo yang satu ini merupakan tempat yang dikeramatkan, maka sebaiknya anda mampu menjaga sikap dan perbuatan ketika berada di tempat ini.

Demikian sekilas ulasan mengenai Goa Kiskendo. Jika anda ingin memperoleh informasi tempat wisata menarik lainnya anda dapat mengunjungi laman tempat wisata di Jogja kami.

Tags: